<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>TAZA's Weblog</title>
	<atom:link href="http://tazameirilia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tazameirilia.wordpress.com</link>
	<description>Nyoba expose koleksi keluarga sambil belajar menjadi blogger</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Aug 2008 15:44:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tazameirilia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>TAZA's Weblog</title>
		<link>http://tazameirilia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tazameirilia.wordpress.com/osd.xml" title="TAZA&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tazameirilia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>STANDAR PROSEDUR PERMAINAN TITIAN KARIR</title>
		<link>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/08/06/standar-prosedur-permainan-titian-karir/</link>
		<comments>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/08/06/standar-prosedur-permainan-titian-karir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 15:44:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tazameirilia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outbond]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tazameirilia.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Penentuan lokasi: 1. Sepanjang lintasan yang dilalui peserta bebas dari ranting pohon dan semak belukar 2. Terjangkau peserta dalam waktu yang relatif singkat Pemilihan pohon: 1. Pohon harus yang kuat 2. Diameter pohon minimal 30 cm 3. Hindari pohon-pohon yang dapat membahayakan (kelapa, berduri dsb.) Tali Tali yang digunakan : No. nama tali, jenis tali, diameter, keterangan 1. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tazameirilia.wordpress.com&amp;blog=2496231&amp;post=17&amp;subd=tazameirilia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penentuan lokasi:<br />
1. 	Sepanjang lintasan yang dilalui peserta bebas dari ranting pohon dan semak belukar<br />
2. 	Terjangkau peserta dalam waktu yang relatif singkat</p>
<p>Pemilihan pohon:<br />
1. 	Pohon harus yang kuat<br />
2. 	Diameter pohon minimal 30 cm<br />
3. 	Hindari pohon-pohon yang dapat membahayakan (kelapa, berduri dsb.)</p>
<p><strong>Tali</strong><br />
Tali yang digunakan :<br />
No.	nama tali, jenis	tali, diameter, keterangan<br />
1. Tali utama, Nilon, dia = 4 cm,	Terikat pada setiap pohon<br />
Sling baja, dia = 1 cm,	Terikat pada setiap pohon<br />
2. Tali pengaman, Nilon, dia = 2 cm,	Ada di setiap lintasan<br />
3. Tali rescue, Nilon, dia = 2 cm,	Lintasan 2 &amp; 3<br />
Kernmantel statis, dia = 1.5 cm,	Pada pohon ke 3<br />
4. Tali pengaman   1,	Kernmantel statis, dia =	1.5 cm,	Pada setiap climber<br />
Prusik, dia = 1 cm,	Pada setiap climber<br />
5.	Tali pengaman 2, Kernmantel statis, dia = 1.5 cm,	Terikat pada setiap pohon</p>
<p><strong>Foot Step:</strong><br />
1. 	Pijakan dibuat dari papan berukuran panjang 80 cm, lebar 30 cm<br />
2. 	Balok penyangga berukuran 4 X 6 panjang 1m<br />
3. 	Sudut penyangga papan 45 deg<br />
4. 	Setiap step menggunakan klem (pengikat) dari plat baja setebal 4 mm<br />
5. 	1 step terdapat 2 pasang klem<br />
6. 	Step dipasang dibawah tali utama</p>
<p>Pemasangan Tali</p>
<p>1.	Lintasan satu (naik)<br />
•	Pemasangan tali utama untuk lintasan pertama maksimal 0.5 m dari tanah<br />
•	Sudut kemiringan pohon 1 ke  pohon 2  : 30 &#8211; 40 deg<br />
•	Tali pengaman dipasang dengan jarak dari 150 cm diatas tali utama<br />
•	Simpul yang digunakan simpul pangkal dan simpul mati<br />
•	Jarak antar pohon 1 dan 2 berkisar antara 4-5 meter</p>
<p>2.	Lintasan 2 (jalan miring)<br />
•	Pemasangan tali utama untuk lintasan ke dua (pohon 2 ke pohon 3) harus rata-rata air (datar)<br />
•	Tali pengaman dipasang dengan jarak 120 cm diatas tali utama<br />
•	Tali rescue dipasang dengan jarak 30-50 cm diatas tali pengaman<br />
•	Simpul yang digunakan simpul pangkal dan simpul mati<br />
•	Jarak antar pohon 2 dan 3 berkisar antara 6 &#8211; 7 meter</p>
<p>3.	Lintasan 3 (merayap)<br />
•	Tali utama (pohon 3 ke pohon 4) dipasang rata-rata air<br />
•	Tali pengaman dipasang dengan jarak 80 cm diatas tali utama<br />
•	Tali rescue dipasang 50 cm diatas tali pengaman<br />
•	Simpul yang digunakan simpul pangkal dan simpul mati<br />
•	Jarak antar pohon 3 dan 4 berkisar antara 5 &#8211; 6 meter</p>
<p>4.	Lintasan 4 (jembatan monyet)<br />
•	Tali utama (pohon 4 ke pohon 5) dipasang dengan sudut kemiringan 15 &#8211; 20 deg<br />
•	Tali pengaman dipasang dengan jarak dari 140 cm diatas tali utama<br />
•	Tali rescue dipasang 50 cm diatas tali pengaman<br />
•	Simpul yang digunakan simpul pangkal dan simpul mati<br />
•	Jarak antar pohon 4 dan 5 berkisar antara 6 &#8211; 7  meter</p>
<p>5.	Lintasan 5 (meluncur)<br />
•	Tali utama/sling (pohon 5 ke pohon 6) dipasang dengan sudut kemiringan 30 &#8211; 35 deg<br />
•	Tali pengaman dipasang 50 cm dari tali sling<br />
•	Tali belayer terpasang pada sling baja<br />
•	Simpul yang digunakan simpul pangkal dan simpul mati dilengkapi dengan klem<br />
•	Jarak antar pohon 5 dan 6 berkisar antara   30 &#8211; 40 meter</p>
<p>6. 	Tempat Landing<br />
•	Bersih dari batu, tonggak kayu dan benda-benda yang menghalangi kelancaran pendaratan</p>
<p><strong>Prosedur Pelaksanaan:</strong></p>
<p>1. 	Semua peralatan harus sudah dicoba dan laik dijalankan pada saat H-1<br />
2. 	Instruktur dan co-instruktur serta semua LTS yang memasang peralatan harus mencoba semua lintasan permainan titian karir<br />
3. 	Semua lintasan jembatan tali yang terpasang harus selalu dikontrol kelaikan atau keamanannya<br />
4. 	Instruktur wajib menghentikan kegiatan pelatihan bila dirasa peralatan tidak laik dijalankan atau akan/harus ada perbaikan<br />
5. 	Instruktur wajib mengikuti peserta pertama mulai dari lintasan pertama hingga selesai pada lintasan terakhir<br />
6. 	Instruktur, co-instruktur, dan LTS harus bersikap tegas dan memarahi peserta yang tidak menjalankan instruksi<br />
7. 	Peserta hanya dibolehkan memulai jembatan tali jika sudah diketahui dan mematuhi instruksi instruktur<br />
8. 	Tali luncur (sling) tidak boleh sama sekali diberi beban tambahan baik orang maupun barang<br />
9. 	Pada saat peserta sedang meluncur, lokasi dibawah sling harus bebas dari orang<br />
10. 	Setiap climber harus menggunakan helmet<br />
11. 	Yang menentukan laik atau tidaknya peralatan yang digunakan adalah<br />
•	Life time peralatan<br />
•	Safety guard, yang terdiri dari : 1.  LTS, 2. OP (penanggung jawab pelaksana jembatan tali), 3. Team instruktur, 4. Project Officer, 5. Pimpinan Prima Insight Indonesia</p>
<p><strong>Daftar peralatan yang digunakan:</strong></p>
<p>1.	Tali nilon diameter 4 cm<br />
2.	Tali nilon diameter 2 cm<br />
3.	Tali pengaman pohon,	4	 bh<br />
4.	Tali pengaman tubuh,	11 bh<br />
5. 	Tali kernmantel statis rescue,	2 bh<br />
6. 	Tali prusik,	11	 bh<br />
7. 	Carabiner,	26 bh<br />
8. 	Suite harness,	11 bh<br />
9.	Sling,	1 bh<br />
10.	Katrol,	3	 bh<br />
11.	Roller,	2 bh<br />
12.	Webing,	2 bh<br />
13.	Pulley,	2 bh</p>
<p><strong>STANDAR PERAWATAN DAN KELAIKAN ALAT-ALAT TITIAN KARIR:</strong></p>
<p>1.	Tali nilon diameter 4 cm dan 2 cm</p>
<p>•	Tali sedapat mungkin dihindari dari getah pohon<br />
•	Tali dihindari dari cairan yang bersifat asam misalnya air hujan<br />
•	Tali dihindari dari pasir, tanah dan air laut<br />
•	Gunakan padding untuk menghindari friksi dan hujan<br />
•	Pencucian tali dengan menggunakan air tawar yang mengalir/disemprot dan tanpa menggunakan sabun<br />
•	Penjemuran di bawah sinar matahari langsung masih diizinkan<br />
•	Simpan tali pada tempat yang bersih dan kering serta diberi alas<br />
•	Sebelum disimpan lepaskan semua simpul yang terdapat pada tali</p>
<p>•	Kuantitatif : dengan menggunakan uji tarik dan uji beban<br />
•	Kualitatif : Tidak ada friksi, serat-serat tidak lepas</p>
<p>2.	Tali kernmantel dan prusik</p>
<p>•	Tali dihindari dari getah pohon dan air laut<br />
•	Tali dihindari dari cairan yang bersifat asam misalnya air hujan<br />
•	 Sangat diperhatikan menghindari tali dari pasir dan tanah<br />
•	Gunakan padding untuk menghindari friksi dan hujan<br />
•	Pencucian tali dengan menggunakan air tawar yang mengalir/disemprot dan tanpa menggunakan sabun<br />
•	Penjemuran dibawah sinar matahari langsung tidak diizinkan<br />
•	Simpan tali pada tempat yang bersih dan kering<br />
•	Sebelum disimpan lepaskan semua simpul yang terdapat pada tali<br />
•	Simpan dengan cara menggantung	Idem dengan tali nilon</p>
<p>3	Carabiner</p>
<p>•	Screw diberi oli sebelum dan sesudah digunakan<br />
•	Pemberian WD 40 untuk anti karat<br />
•	Disimpan satu persatu (digantung tanpa diberi beban)<br />
•	Hindari benturan dengan benda-benda keras<br />
•	Selalu diperhatikan screw apakah dalam kondisi lancar/tidak kotor</p>
<p>•	Harus ada tanda registrasi<br />
•	Tidak ada bekas friksi<br />
•	Tidak ada keretakan</p>
<p>4.	Sit harness dan webbing</p>
<p>•	Dicuci dengan air tawar yang mengalir atau disemprot tanpa sabun<br />
•	Perbaiki jahitan-jahitan yang lepas<br />
•	Disimpan ditempat kering, digantung tanpa dibebani</p>
<p>•	Secara fisik tidak menunjukkan adanya kerusakan</p>
<p>5. 	Sling</p>
<p>•	Sebelum/sesudah digunakan diberi oli (direndam dalam oli)<br />
•	Disimpan ditempat yang bersih dan kering<br />
•	Hindari dari keasaman, misal air hujan<br />
•	Hindari dari air garam (air laut)</p>
<p>•	Serat utuh<br />
•	Jika dibengkokkan serat tidak lepas</p>
<p>6.	Roller, pulli dan katrol</p>
<p>•	Diberi gemuk sebelum dan sesudah pemakaian<br />
•	Benturan yang tinggi harus dihindari<br />
•	Sekrup harus diperhatikan kekencangannya<br />
•	Setelah digunakan roller diperbaiki seperti semula</p>
<p>•	Tidak ada friksi</p>
<p><strong>Prosedur perawatan di lapangan:</strong></p>
<p>1. 	Alat-alat yang sudah tidak layak harus dibuang dan diganti dengan yang baru sehingga tidak boleh digunakan dalam permainan<br />
2. 	Peserta harus diinstruksikan memelihara alat-alat pelatihan (misalnya tidak boleh melempar carabinner, menghindari dari tanah/pasir)<br />
3. 	Alat-alat yang digunakan peserta harus diketahui panitia dan setelah selesai digunakan dikembalikan lagi kepada panitia<br />
4. 	Alat-alat harus dipelihara/dirawat baik sebelum maupun sesudah pemakaian</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tazameirilia.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tazameirilia.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tazameirilia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tazameirilia.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tazameirilia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tazameirilia.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tazameirilia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tazameirilia.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tazameirilia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tazameirilia.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tazameirilia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tazameirilia.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tazameirilia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tazameirilia.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tazameirilia.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tazameirilia.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tazameirilia.wordpress.com&amp;blog=2496231&amp;post=17&amp;subd=tazameirilia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/08/06/standar-prosedur-permainan-titian-karir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e635a6fc9334cc59ce38957aca24b64?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Taza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Outbond Training</title>
		<link>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/02/11/outbond-training/</link>
		<comments>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/02/11/outbond-training/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 12:23:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tazameirilia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outbond]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tazameirilia.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[ Ada berbagai alasan mengapa metode outbond training dipakai, antara lain: 1. Metode ini adalah sebuah simulasi kehidupan yang komplek yang dibuat menjadi sederhana. Pada dasarnya segala bentuk aktivitas di dalam pelatihan adalah bentuk sederhana dari kehidupan yang sangat kompleks. 2. Metode ini menggunakan pendekatan metode belajar melalui pengalaman (experiental learning). Oleh karena adanya pengalaman langsung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tazameirilia.wordpress.com&amp;blog=2496231&amp;post=15&amp;subd=tazameirilia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Ada berbagai alasan mengapa metode outbond training dipakai, antara lain:<br />
1.	Metode ini adalah sebuah simulasi kehidupan yang komplek yang dibuat menjadi sederhana. Pada dasarnya segala bentuk aktivitas di dalam pelatihan adalah bentuk sederhana dari kehidupan yang sangat kompleks.<br />
2.	Metode ini menggunakan pendekatan metode belajar melalui pengalaman (experiental learning). Oleh karena adanya pengalaman langsung terhadap sebuah fenomena, orang dengan mudah menangkap esensi pengalaman itu.<br />
3.	Metode ini penuh kegembiraan karena dilakukan dengan permainan. Ciri ini membuat orang merasa senang di dalam melaksanakan kegiatan pelatihan.</p>
<p>BEBERAPA CONTOH KEGIATAN OUTBOND</p>
<p>KEGIATAN ICE BREAKING<br />
Kegiatan ini berguna mencairkan suasana dan lebih mendekatkan hubuangan antar peserta outbond. Kegiatan Ice Breaking ini memakan waktu kira-kira 30 menit. Dalam kegiatan ini para peserta dikondisikan untuk saling berinteraksi antar sesama peserta agar timbul suasana psikologis yang kondusif untuk mengikuti kegiatan outbond berikutnya. Ada banyak kegiatan Ice Breaking, antara lain:<br />
Ø 1,2,3, Plok<br />
Ø 7 Mata Angin<br />
Ø Wake Up Together<br />
Ø Tupai dan Pemburu<br />
Ø Chain Hand<br />
Ø Parachooter</p>
<p>KEGIATAN GROUPING<br />
Kegiatan untuk membagi peserta menjadi beberapa kelompok yang berbeda. Grouping diminta dengan memilih ketua kelompok, memberikan nama kelompok, membuat yell-yell atau lagu kebangsaan kelompok. Kegiatan ini memakan waktu kurang lebih 30 menit.</p>
<p>KEGIATAN FUN GAMES<br />
Kegiatan permainan yang sifatnya untuk menghibur dan menghidupkan suasana dalam dalam kegiatan outbond. Dalam fun games ini peserta yang sudah dibagi menjadi beberapa kelompok untuk memulai kompetisi dengan semangat dan mengandalkan kerjasama team. Kegiatan ini memakan waktu kurang lebih 30 menit. Ada banyak kegiatan Fun Games, antara lain :<br />
Ø Tepuk Berantai<br />
Ø Dragon Fight<br />
Ø Pesan Berantai<br />
Ø Stick Transfer</p>
<p>PENUGASAN OUTBOND TRAINING<br />
Penugasan Outbond adalah suatu kegiatan pembelajaran luar ruang yang dapat menstimulasi para peserta pelatihan Outbond untuk belajar dari apa yang mereka lakukan. Dalam setiap penugasan Outbond instruktur akan memberikan penjelasan tentang petunjuk pelaksanaan penugasan kepada para peserta. Durasi setiap penugasan berfariasi antara 30 – 45 menit. Setiap penugasan berlaku sistim point yang dapat dikumpulkan oleh setiap kelompok untuk mengukur kinerja setiap kelompok. Ada banyak kegiatan penugasan ini, antara lain:<br />
Ø Gua Si Buta<br />
Ø Menembak Sasaran<br />
Ø Kotak Penyelamat<br />
Ø Gegana<br />
Ø Bom waktu<br />
Ø Bola Api<br />
Ø Jembatan Sibuk<br />
Ø Galon bocor</p>
<p>Informasi lebih lengkap di <a TITLE="Why Outbond??" HREF="http://tazameirilia.files.wordpress.com/2008/02/why-outbond.pps">Why Outbond??</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tazameirilia.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tazameirilia.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tazameirilia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tazameirilia.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tazameirilia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tazameirilia.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tazameirilia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tazameirilia.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tazameirilia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tazameirilia.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tazameirilia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tazameirilia.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tazameirilia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tazameirilia.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tazameirilia.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tazameirilia.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tazameirilia.wordpress.com&amp;blog=2496231&amp;post=15&amp;subd=tazameirilia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/02/11/outbond-training/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e635a6fc9334cc59ce38957aca24b64?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Taza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOLEKSI PERANGKO</title>
		<link>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/01/17/12/</link>
		<comments>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/01/17/12/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 01:49:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tazameirilia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Koleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tazameirilia.wordpress.com/2008/01/17/12/</guid>
		<description><![CDATA[ Saya memiliki lebih dari 1000 buah perangko dari berbagai negara termasuk Indonesia (Belanda, Inggris, Amerika, Canada, Australia, Afganistan, Israel, Rusia, Malaysia, Philipina, Singapura, Brunei dan banyak negara lainnya). Selain perangko, saya juga mengoleksi beberapa materai dengan harga mulai hitungan sen. Sebagian koleksi tersebut sudah dikemas menjadi 8 (delapan) buah album, dan berikut ini akan saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tazameirilia.wordpress.com&amp;blog=2496231&amp;post=12&amp;subd=tazameirilia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Saya memiliki lebih dari 1000 buah perangko dari berbagai negara termasuk Indonesia (Belanda, Inggris, Amerika, Canada, Australia, Afganistan, Israel, Rusia, Malaysia, Philipina, Singapura, Brunei dan banyak negara lainnya). Selain perangko, saya juga mengoleksi beberapa materai dengan harga mulai hitungan sen.</p>
<p>Sebagian koleksi tersebut sudah dikemas menjadi 8 (delapan) buah album, dan berikut ini akan saya tampilkan photo dari beberapa koleksi tersebut:<br />
<a TITLE="Koleksi 1" HREF="http://tazameirilia.files.wordpress.com/2008/01/1n1.jpg"><img ALT="Koleksi 1" SRC="http://tazameirilia.files.wordpress.com/2008/01/1n1.thumbnail.jpg" />   </a><img ALT="Koleksi 2" SRC="http://tazameirilia.files.wordpress.com/2008/01/60w.thumbnail.jpg" />   <img SRC="http://tazameirilia.files.wordpress.com/2008/01/a1.thumbnail.jpg" ALT="Koleksi 3" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tazameirilia.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tazameirilia.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tazameirilia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tazameirilia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tazameirilia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tazameirilia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tazameirilia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tazameirilia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tazameirilia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tazameirilia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tazameirilia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tazameirilia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tazameirilia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tazameirilia.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tazameirilia.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tazameirilia.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tazameirilia.wordpress.com&amp;blog=2496231&amp;post=12&amp;subd=tazameirilia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/01/17/12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e635a6fc9334cc59ce38957aca24b64?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Taza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEANEKARAGAMAN HAYATI LAUT</title>
		<link>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/01/16/keanekaragaman-hayati-laut/</link>
		<comments>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/01/16/keanekaragaman-hayati-laut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 22:17:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tazameirilia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tazameirilia.wordpress.com/2008/01/16/keanekaragaman-hayati-laut/</guid>
		<description><![CDATA[Biodiversity yang merupakan perpanjangan dari istilah biological diversity di kenal dengan “Keanekaragaman hayati&#8221; dan merupakan pengistilahan dari seluruh mahluk hidup tingkat tinggi (hewan dan tumbuhan) maupun tingkat rendah (micro-organisma) serta seluruh komponen lingkungan fisik, biologi dan ekologi. Istilah ini juga menggambarkan kekayaan organisma hidup yang ada pada suatu kawasan tertentu. Di dunia terdapat lebih dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tazameirilia.wordpress.com&amp;blog=2496231&amp;post=6&amp;subd=tazameirilia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biodiversity yang merupakan perpanjangan dari istilah biological diversity di kenal dengan “Keanekaragaman hayati&#8221; dan merupakan pengistilahan dari seluruh mahluk hidup tingkat tinggi (hewan dan tumbuhan) maupun tingkat rendah (micro-organisma) serta seluruh komponen lingkungan fisik, biologi dan ekologi.  Istilah ini juga menggambarkan kekayaan organisma hidup yang ada pada suatu kawasan tertentu.  Di dunia terdapat lebih dari 1.75 juta jenis dari organisma yang diketahui dan ini terus berkembang sesuai dengan perkembangan pengkategorian penemuan jenis sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.  Sampai saat ini pun penggolongan jenis dari organisma belum sepenuhnya mengungkapkan seluruh jenis hewan, tumbuhan dan micro-organisma yang ada di dunia.</p>
<p>Hampir sekitar 3 – 100 juta jenis yang belum di ketahui yang tersebar di seluruh kawasan-kawasan khusus yang belum sepenuhnya tereksplorasi. Satu di antara tiga pengkategorian keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman hayati tingkat genetik yang dikenal dengan Genetic Diversity. Keanekaragaman genetik ini merupakan unsur terkecil dari pengkategorian keanekaragaman hayati. Level ini merupakan bagian dari keanekaragaman tingkat spesies (species diversity) yang ada dalam suatu populasi dan mencegah proses interbreeding serta pengaruh dari perubahan lingkungan, penyakit dan pengaruh fisik lainnya. Level terbesar dari keanekaragaman hayati ini adalah keanegaraman hayati tingkat ekosistem yang dihuni oleh pupolasi-populasi hewan atau tumbuhan tingkat tinggi dan rendah yang berada di laut, pantai, sungai, danau, rawa, padang rumput, daerah batuan, hutan, padang pasir, pegunungan, perbukitan, lembah, dan lain-lain.</p>
<p>Pada tahun 1992, di Rio de Janeiro, telah di sepakati dua ketetapan yaitu konvensi perubahan lingkungan global (Climate change) dan keanekaragaman hayati (Biological diversity).  Perjanjian ini merupakan perjanjian pertama secara global dalam upaya konservasi sumberdaya termasuk upaya perlindungan keanekaragaman hayati yang harus di tindak lanjuti oleh tiap Negara dengan upaya perlindungan sumberdaya keanekaragaman hayati secara rill.  Lebih dari 180 negara di dunia yang sekarang telah melaksanakan konvensi tentang keanekaragaman hayati tersebut.</p>
<p>Secara umum perjanjian tersebut mempunyai tujuan antara lain; upaya perlindungan dan konservasi keanekaragaman hayati, Pemanfaatan yang arif dan berkesinambungan dari tiap komponen biodiversity tadi dan terakhir adalah penyelarasan peningkatan pemanfaatan sumberdaya yang dilakukan secara komersil atau upaya pemanfaatan sumberdaya dari tingkat terkecil yaitu genetic biodiversity secara arif dan dengan tetap memperhatikan unsur-unsur pelestarian.</p>
<p>Namun upaya ini perlu lebih di sesuaikan dengan kondisi Negara masing-masing dengan melihat seluruh aspek pendukung dan potensi negara masing-masing.Khusus dalam upaya konservasi sumberdaya bidang kelautan yang merupakan bagian dari konvensi biodiversity ini di tetapkan di Jakarta tahun 1995 yang dikenal dengan “Jakarta Mandate on Marine and Coastal Biological Diversity&#8221;.</p>
<p>Konvensi ini merupakan program aksi khusus yang di fokuskan pada upaya manajemen wilayah pesisir dan kelautan secara terpadu, pemanfaatan sumberdaya kelautan yang berkesinambungan, perlindungan area tertentu, upaya budidaya kelautan dan penanganan alien spesies.  Ini merupakan pioneer dari seluruh upaya perlindungan keanekaragaman hayati kelautan yang akan ditetapkan oleh sebagain besar Negara yang mempunyai potensi kelautan serta seluruh aspek pendukungnya.</p>
<p>Indonesia sendiri mengaplikasikan upaya tersebut dengan berbagai program-program kerja dan peraturan pemerintah yang menyentuh pada upaya pelestarian sumberdaya pesisir dan kelautan serta adanya kawasan-kawasan konservasi dan taman laut nasional.  Wujud rill lain tentunya telah dan tetap di lakukan baik itu sebelum dan sesudah penandatangan perjanjian tadi.  Namun upaya serius masih tetap diharapkan lebih banyak, tentunya dengan melihat potensi tiap daerah atau kekhasan keanekaragaman hayati yang ada dan bukan saja dengan upaya perlindungan hewan atau tumbuhan endemik tetapi juga dengan upaya penyelamatan ekosistem yang telah rusak dan lambat laut hilang.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tazameirilia.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tazameirilia.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tazameirilia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tazameirilia.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tazameirilia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tazameirilia.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tazameirilia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tazameirilia.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tazameirilia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tazameirilia.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tazameirilia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tazameirilia.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tazameirilia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tazameirilia.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tazameirilia.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tazameirilia.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tazameirilia.wordpress.com&amp;blog=2496231&amp;post=6&amp;subd=tazameirilia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/01/16/keanekaragaman-hayati-laut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e635a6fc9334cc59ce38957aca24b64?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Taza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/01/11/halo-dunia/</link>
		<comments>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/01/11/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2008 10:10:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tazameirilia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Diantara berbagai jenis musik saat ini, paling sedikit musik dilihat dari sisi kesuksesannya, bukan secara akademis tetapi lebih mengenai untuk mendidik masyarakat. Komposisi dari rekaman musik sederhana dapat terjual dengan baik, para pencipta musik sederhana kerapkali meminta untuk menciptakan lagu untuk film yang popular, seperti “The Piano” (Nyman) atau “The Hours” (Glass; aslinya buatan Nyman, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tazameirilia.wordpress.com&amp;blog=2496231&amp;post=1&amp;subd=tazameirilia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a TITLE="Goldwing" HREF="http://tazameirilia.files.wordpress.com/2008/01/slide211.jpg"><img ALT="Goldwing" SRC="http://tazameirilia.files.wordpress.com/2008/01/slide211.jpg" /></a>Diantara berbagai jenis musik saat ini, paling sedikit musik dilihat dari sisi kesuksesannya, bukan secara akademis tetapi lebih mengenai untuk mendidik masyarakat. Komposisi dari rekaman musik sederhana dapat terjual dengan baik, para pencipta musik sederhana kerapkali meminta untuk menciptakan lagu untuk film yang popular, seperti “The Piano” (Nyman) atau “The Hours”   (Glass; aslinya buatan Nyman, tetapi nilainya sudah menurun), dan musik sederhana dapat bergabung ke berbagai jenis musik saat ini yang sudah ada dipasaran. Satu alasan untuk ketenaran dari musik sederhana adalah kombinasi penyusunnya dari pop yang sama baiknya dengan kebudayaan yang tinggi. Itu membuat musik dapat diterima lagi di dalam masyarakat. Musik Avant-garde, di tangan orang lain, biasanya menjadi karya tersendiri dimana karya yang lain adalah karya pemikiran mereka sendiri dengan kumpulan mutu yang spesifik dari karya-karya lainnya. karya dari musik Avant-garde biasanya tidak termasuk kedalam kategori gaya, tapi musik tersebut dapat mewakili dirinya sendiri – gaya yang hanya berisi satu karya saja. Permintaannya menimbulkan jumlah yang besar dari usaha untuk dapat menceritakan beberapa karya. Pencipta musik sederhana tidak dapat menerima keperluan dari menciptakan gaya, dan skala untuk karya baru yang lain, tetapi karya mereka biasanya dimasukkan kedalam gaya yang lebih spesifik, dan berdasarkan kewajaran untuk mempergunakan gaya suara yang harmoni, dan simetri yang mempunyai peran khusus didalam komposisi musik sederhana, dan mereka juga mempunyai posisis yang seimbang dengan konsep Plotinus’ yaitu keindahan. Musik sederhana biasanya didefinisikan sebagai media, sejarah,dan organic. Aspek media juga penting untuk Plotinus, dan sebagai karyanya di dalam kesenian yang penuh dengan kehidupan yang tinggi, musik sederhana juga menemui permintaan yang seperti ini, seperti tidak melipat, dan berkembang, serta secara berangsur-angsur, seperti kehidupan.</p>
<p>Keharmonisan dan simetri tidak hanya bersangkut-paut dengan komposisi tetapi juga mengenai hubungan antara komposisi, dan penglihatan dunia pada dasar bagaimana musik tersebut diciptakan. Banyak pencipta lagu sederhana cenderung berfikir, sama halnya dengan Plotinus’. Ini menjadi pemimpin untuk aspek-aspek selanjutnya dimana adanya kesamaan yang signifikan antara musik sederhana yang estetis dengan filosofi dari Plotinus’ tentang bagaimana music dapat ditemukan atau diciptakan. – spek mengenai kelayakan. Peran khusus kuasa penyembuhan ada di filosofi Plotinus’ tentang musik yang sudah digambarkan. Bagaimana pun untu memegang hubungan antara seni dan etis tidak banyak diketahui pertimbangan-pertimbangannya sejak Kant, karena dalam masa itu Kant tidak tertarik dengan kebiasaan estetis yang sudah di fokuskan memberikan perhatian untuk seni secara teoritis.kita mendapat kesenangan dari perenungan seni, jika itu adalah aspek resmi untuk karya dari seni yang sesuai. Seni dan musik telah diangkat untuk menjadi penghibur, media untuk bermain, tetapi kebanyakan tanpa arti etis. Saat ini, banyak pencipta loagu sederhana yang memiliki kebiasaan yang berbeda, hubungan ini yang juga menjadi alasan mengapa aspek etis memiliki posisi khusu di banyak komposisi. Pada saat tertentu kita dapat mempertimbangkan Philip Glass, John Tavener, Arvo Paert, dan Peter Michael Hamel. Kita hanya akan membuat sedikit komentar tentang Philip Glass.</p>
<p>lass hanya terpengaruh oleh pemikirn Budha, terutama setelah menetap di India selama beberapa bulan, dan Ravi Shankar menolongnya untuk mendapatkan serapan yang lebih baik dari musik India. Bagaimanapun, Glass juga menyusun teks dari tradisi Hindu kedalam musik, dan mempersembahkan karyanya untuk Christian Tolstoy. Seperti kebiasaan yang telah terbuka kearah banyaknya kepercayaan di dunia yangsesuai dengan ilmu agama negatif Plotinus’. Hanya dengan maksud dari pernyataan negatif , kita mendapatkan serapan yang tentang Tuhan. Nampaknya Glass akan menerima macam-macam kepercayaan yang mendekati pada Tuhan yang satu, juga secara pribadi memilih agama Budha. Terhubung dengan pentingnya kepercayaan, adalah aspek etis. Keprcayaan di seluruh dunia adalah pilihan susila yang spesifik. Tanpa kepercayaan inspirasi musik, pentingnya jumlah spesifik juga terjadi penyampaian. Kemudian, Glass dan Plotinus’ mempertimbangkan hubungan antara harmonisasi, simetri, kerapihan, dan musik organic, judajumlah, serta penyembuhan. Jika seseorang berharap dapat mengerti Budha Glass yang membuka tradisi kepercayaan lain, setelah itu sebaiknya menjadi akrab dengan Plotinus’, dan dengan musik, sebagai pandangan kehidupan mereka, seni, dan musik adalah sejenis, dan Plotinus’ menyediakan dengan sistem kompleks yang berarti bias mendapatkan serapan dari sistematik musik sederhana.</p>
<p>Bagaimanapun, kepercayaan tidak hanya penting untuk Glass, Hamel, contohnya, yang juga menetap lama di India, dan terinspirasi dengan musik India yang mengandung unsure spiritual. Disamping menggunakan pengaruh dalam komposisinya, Ia juga menggabungkan mereka dalam suatu buku yang dapat mempengaruhi dalam musik sederhana “Durch Music zum Selbst: Wie man Music neu erleben und erfahren kann” yang tidak hanya dapat melekatkan dan kepercayaan musik Asiadalam konteks tertentu, tetapi juga menunjukkan kekuatan dalam tipetipe musik. Bagaimanapun,tidak semua pencipt lagu sederhana terinspirasi dari kepercayaan umat Budha, John Tavener,  dan Arvo Paert menjadi anggota gereja Russian-Orthodox. Keduanya sebagian besar merupakan composer musik-musik religi. Dalam teori “Nada Brahma: Die Welt ist Klang” yang dikarang oleh Joachim Ernst Berendt dan “The Magic of  Tune and the Art of Music” yang dikarang oleh Dane Rudhyar. Dane Rudhyar adalah bagian dari hubungan antara musik, dan harmonisasi. Barendt mengakui bahwa keterkaitan filosofi Plotinus’ untuk musik sederhana. Plotinus’ sebagai musisi dan pencipta lagu sangat diperlukan, bagian dari filosofinya merupakan hak untuk kompleksitas, dan dalam ukuran yang dapat membantu kita untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perputaran musik sederhana.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tazameirilia.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tazameirilia.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tazameirilia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tazameirilia.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tazameirilia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tazameirilia.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tazameirilia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tazameirilia.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tazameirilia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tazameirilia.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tazameirilia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tazameirilia.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tazameirilia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tazameirilia.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tazameirilia.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tazameirilia.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tazameirilia.wordpress.com&amp;blog=2496231&amp;post=1&amp;subd=tazameirilia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tazameirilia.wordpress.com/2008/01/11/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8e635a6fc9334cc59ce38957aca24b64?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Taza</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
