STANDAR PROSEDUR PERMAINAN TITIAN KARIR

Penentuan lokasi:
1. Sepanjang lintasan yang dilalui peserta bebas dari ranting pohon dan semak belukar
2. Terjangkau peserta dalam waktu yang relatif singkat

Pemilihan pohon:
1. Pohon harus yang kuat
2. Diameter pohon minimal 30 cm
3. Hindari pohon-pohon yang dapat membahayakan (kelapa, berduri dsb.)

Tali
Tali yang digunakan :
No. nama tali, jenis tali, diameter, keterangan
1. Tali utama, Nilon, dia = 4 cm, Terikat pada setiap pohon
Sling baja, dia = 1 cm, Terikat pada setiap pohon
2. Tali pengaman, Nilon, dia = 2 cm, Ada di setiap lintasan
3. Tali rescue, Nilon, dia = 2 cm, Lintasan 2 & 3
Kernmantel statis, dia = 1.5 cm, Pada pohon ke 3
4. Tali pengaman 1, Kernmantel statis, dia = 1.5 cm, Pada setiap climber
Prusik, dia = 1 cm, Pada setiap climber
5. Tali pengaman 2, Kernmantel statis, dia = 1.5 cm, Terikat pada setiap pohon

Foot Step:
1. Pijakan dibuat dari papan berukuran panjang 80 cm, lebar 30 cm
2. Balok penyangga berukuran 4 X 6 panjang 1m
3. Sudut penyangga papan 45 deg
4. Setiap step menggunakan klem (pengikat) dari plat baja setebal 4 mm
5. 1 step terdapat 2 pasang klem
6. Step dipasang dibawah tali utama

Pemasangan Tali

1. Lintasan satu (naik)
• Pemasangan tali utama untuk lintasan pertama maksimal 0.5 m dari tanah
• Sudut kemiringan pohon 1 ke pohon 2 : 30 – 40 deg
• Tali pengaman dipasang dengan jarak dari 150 cm diatas tali utama
• Simpul yang digunakan simpul pangkal dan simpul mati
• Jarak antar pohon 1 dan 2 berkisar antara 4-5 meter

2. Lintasan 2 (jalan miring)
• Pemasangan tali utama untuk lintasan ke dua (pohon 2 ke pohon 3) harus rata-rata air (datar)
• Tali pengaman dipasang dengan jarak 120 cm diatas tali utama
• Tali rescue dipasang dengan jarak 30-50 cm diatas tali pengaman
• Simpul yang digunakan simpul pangkal dan simpul mati
• Jarak antar pohon 2 dan 3 berkisar antara 6 – 7 meter

3. Lintasan 3 (merayap)
• Tali utama (pohon 3 ke pohon 4) dipasang rata-rata air
• Tali pengaman dipasang dengan jarak 80 cm diatas tali utama
• Tali rescue dipasang 50 cm diatas tali pengaman
• Simpul yang digunakan simpul pangkal dan simpul mati
• Jarak antar pohon 3 dan 4 berkisar antara 5 – 6 meter

4. Lintasan 4 (jembatan monyet)
• Tali utama (pohon 4 ke pohon 5) dipasang dengan sudut kemiringan 15 – 20 deg
• Tali pengaman dipasang dengan jarak dari 140 cm diatas tali utama
• Tali rescue dipasang 50 cm diatas tali pengaman
• Simpul yang digunakan simpul pangkal dan simpul mati
• Jarak antar pohon 4 dan 5 berkisar antara 6 – 7 meter

5. Lintasan 5 (meluncur)
• Tali utama/sling (pohon 5 ke pohon 6) dipasang dengan sudut kemiringan 30 – 35 deg
• Tali pengaman dipasang 50 cm dari tali sling
• Tali belayer terpasang pada sling baja
• Simpul yang digunakan simpul pangkal dan simpul mati dilengkapi dengan klem
• Jarak antar pohon 5 dan 6 berkisar antara 30 – 40 meter

6. Tempat Landing
• Bersih dari batu, tonggak kayu dan benda-benda yang menghalangi kelancaran pendaratan

Prosedur Pelaksanaan:

1. Semua peralatan harus sudah dicoba dan laik dijalankan pada saat H-1
2. Instruktur dan co-instruktur serta semua LTS yang memasang peralatan harus mencoba semua lintasan permainan titian karir
3. Semua lintasan jembatan tali yang terpasang harus selalu dikontrol kelaikan atau keamanannya
4. Instruktur wajib menghentikan kegiatan pelatihan bila dirasa peralatan tidak laik dijalankan atau akan/harus ada perbaikan
5. Instruktur wajib mengikuti peserta pertama mulai dari lintasan pertama hingga selesai pada lintasan terakhir
6. Instruktur, co-instruktur, dan LTS harus bersikap tegas dan memarahi peserta yang tidak menjalankan instruksi
7. Peserta hanya dibolehkan memulai jembatan tali jika sudah diketahui dan mematuhi instruksi instruktur
8. Tali luncur (sling) tidak boleh sama sekali diberi beban tambahan baik orang maupun barang
9. Pada saat peserta sedang meluncur, lokasi dibawah sling harus bebas dari orang
10. Setiap climber harus menggunakan helmet
11. Yang menentukan laik atau tidaknya peralatan yang digunakan adalah
• Life time peralatan
• Safety guard, yang terdiri dari : 1. LTS, 2. OP (penanggung jawab pelaksana jembatan tali), 3. Team instruktur, 4. Project Officer, 5. Pimpinan Prima Insight Indonesia

Daftar peralatan yang digunakan:

1. Tali nilon diameter 4 cm
2. Tali nilon diameter 2 cm
3. Tali pengaman pohon, 4  bh
4. Tali pengaman tubuh, 11 bh
5. Tali kernmantel statis rescue, 2 bh
6. Tali prusik, 11  bh
7. Carabiner, 26 bh
8. Suite harness, 11 bh
9. Sling, 1 bh
10. Katrol, 3  bh
11. Roller, 2 bh
12. Webing, 2 bh
13. Pulley, 2 bh

STANDAR PERAWATAN DAN KELAIKAN ALAT-ALAT TITIAN KARIR:

1. Tali nilon diameter 4 cm dan 2 cm

• Tali sedapat mungkin dihindari dari getah pohon
• Tali dihindari dari cairan yang bersifat asam misalnya air hujan
• Tali dihindari dari pasir, tanah dan air laut
• Gunakan padding untuk menghindari friksi dan hujan
• Pencucian tali dengan menggunakan air tawar yang mengalir/disemprot dan tanpa menggunakan sabun
• Penjemuran di bawah sinar matahari langsung masih diizinkan
• Simpan tali pada tempat yang bersih dan kering serta diberi alas
• Sebelum disimpan lepaskan semua simpul yang terdapat pada tali

• Kuantitatif : dengan menggunakan uji tarik dan uji beban
• Kualitatif : Tidak ada friksi, serat-serat tidak lepas

2. Tali kernmantel dan prusik

• Tali dihindari dari getah pohon dan air laut
• Tali dihindari dari cairan yang bersifat asam misalnya air hujan
• Sangat diperhatikan menghindari tali dari pasir dan tanah
• Gunakan padding untuk menghindari friksi dan hujan
• Pencucian tali dengan menggunakan air tawar yang mengalir/disemprot dan tanpa menggunakan sabun
• Penjemuran dibawah sinar matahari langsung tidak diizinkan
• Simpan tali pada tempat yang bersih dan kering
• Sebelum disimpan lepaskan semua simpul yang terdapat pada tali
• Simpan dengan cara menggantung Idem dengan tali nilon

3 Carabiner

• Screw diberi oli sebelum dan sesudah digunakan
• Pemberian WD 40 untuk anti karat
• Disimpan satu persatu (digantung tanpa diberi beban)
• Hindari benturan dengan benda-benda keras
• Selalu diperhatikan screw apakah dalam kondisi lancar/tidak kotor

• Harus ada tanda registrasi
• Tidak ada bekas friksi
• Tidak ada keretakan

4. Sit harness dan webbing

• Dicuci dengan air tawar yang mengalir atau disemprot tanpa sabun
• Perbaiki jahitan-jahitan yang lepas
• Disimpan ditempat kering, digantung tanpa dibebani

• Secara fisik tidak menunjukkan adanya kerusakan

5. Sling

• Sebelum/sesudah digunakan diberi oli (direndam dalam oli)
• Disimpan ditempat yang bersih dan kering
• Hindari dari keasaman, misal air hujan
• Hindari dari air garam (air laut)

• Serat utuh
• Jika dibengkokkan serat tidak lepas

6. Roller, pulli dan katrol

• Diberi gemuk sebelum dan sesudah pemakaian
• Benturan yang tinggi harus dihindari
• Sekrup harus diperhatikan kekencangannya
• Setelah digunakan roller diperbaiki seperti semula

• Tidak ada friksi

Prosedur perawatan di lapangan:

1. Alat-alat yang sudah tidak layak harus dibuang dan diganti dengan yang baru sehingga tidak boleh digunakan dalam permainan
2. Peserta harus diinstruksikan memelihara alat-alat pelatihan (misalnya tidak boleh melempar carabinner, menghindari dari tanah/pasir)
3. Alat-alat yang digunakan peserta harus diketahui panitia dan setelah selesai digunakan dikembalikan lagi kepada panitia
4. Alat-alat harus dipelihara/dirawat baik sebelum maupun sesudah pemakaian

Tulis sebuah Komentar

Alamat email kamu tidak akan pernah dipublikasi ataupun disebarluaskan. Ruas dengan tanda * harus diisi.
*
*